MATERI

PARADIGMA TRAIT ( SIFAT )

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

Dalam teorinya, kepribadian terdiri dari : trait dan tipe (type). Trait dijelaskan sebagai susunan teoritis yang menggambarkan dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan ketetapan respon individu dalam menghadapi suatu situasi yang berbeda-beda. Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:

  • Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
    • Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
    • Trait konsisten dari situasi ke situasi
  • Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
    • ada proses adaptif
    • adanya perbedaan kekuatan, dan
    • kombinasi dari trait yang ada

Paradigma Trait ( sifat ) mengemukakan bahwa manusia memiliki macam atau jenis potensi yang sama ketika dilahirkan, namun dengan tingkat kualitas yang berbeda. Ketika potensi itu aktual dalam kepribadian, maka tampak bahwa tidak ada dua orang yang memiliki kepibadian yang sama. Traits membuat kategori-kategori, menempatkan orang dalam tipe-tipe tertentu, memilih unsur pembeda yang fungsional, dan mengabaikan unsur pembeda yang tidak perlu.

Dalam paradigma psikologi kepribadian Trait, terdapat beberapa teori yang dikemukakan tokoh-tokoh besar diantaranya adalah :

1. Teori Psikologi Konstitusi oleh William H. Sheldon

2. Teori Personologi oleh Henry A. Murray

3. Teori Holisme dan Humanisme oleh Abraham Maslow

4. Teori Faktorial Analitik oleh R. Cattel

5. Teori Tipologi Biologis oleh Eysenck

6. Teori Keunikan Individu oleh Gordon Allport

Tokoh-tokoh diatas lebih banyak membahas tentang dugaan mengenai tingkah laku dan meramalkan keberhasilan ataupun kegagalan. Banyak pula berguna pada berbagai bidang seseorang dalam bidang tertentu, dan menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat.

1. W.H. Sheldon 1899

Teori Psikologi Konstitusi

W.H Sheldon berasal dari Amerika Serikat. Sheldon mengorientasikan penelitiannya pada kondisi fisik tubuh serta pengaruhnya pada psikologi seseorang. Pendapat ahli psikologi yang menyatakan bahwa bentuk jasmani (tubuh) mempunyai perngaruh penting dalam kepribadian, kurang dapat diterima di Amerika Serikat. Situasi inilah yang kemudian menggiring W.H Sheldon menjadi tertarik untuk mendalaminya

Pokok-Pokok Pemikiran W.H Sheldon

Struktur tubuh atau jasmani sangat besar pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Secara metodologis, Sheldon melakukan pengukuran struktur tubuh secara objektif melalui foto-foto yang telah distandardisasinya. Pengukuran tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan tanda identifikasi biologis, Sheldon menyatakan bahwa faktor genetis dan biologis berperan dalam perkembangan individu dan faktor-faktor itu dapat dikenali melalui sejumlah pengukuran struktur tubuh.

 

Key Word Teori W.H Sheldon :

Somatotipe, Morphogenotipe, Phenotipe

  • Somatotipe adalah usaha untuk mengukur morphogenotipe melalui pengukuran phenotipe.
  • Morphogenotipe adalah perkembangan bentuk dan struktur dari organisma
  • Phenotipe adalah karakteristik yang nampak

Konsep pengukuran jasmani model W.H Sheldon

Somatotipe performance test, yaitu menentukan morphogenotipe melalui pengukuran phenotipe dengan cara membuat foto-foto tubuh manusia dari muka dan samping sehingga didapatkan variabel2 yang merupakan dasar dari variasi jasmani. Ditemukan tiga komponen / dimensi jasmani :

  • Endomorphy
  • Mesomorphy
  • Ectomorphy

Istilah diatas dihubungkan dengan 3 lapisan pada pembentukan fetus manusia yaitu endoderm, mesoderm, ectoderm. Menurut Sheldon ada 3 tipe pokok keadaan jasmani :

  1. Type Endomorph Komponen endomorphy dominan dibandingkan 2 komponen yang lain. Ciri-ciri : Alat-alat atau organ-organ internal dan seluruh sistem digestif yang berasal dari endoderm sangat berperan. Secara fisik tampak : lembut, gemuk
  2. Tipe Mesomorph Komponen mesomorphy dominan dibandingkan komponen lain. Ciri-ciri : Bagian tubuh yang berasal dari mesoderm lebih berkembang. ( Otot, pembuluh darah, Jantung ). Secara fisik tampak : kokoh, keras, otot menonjol, tahan sakit, banyak ditemukan olahragawan, tentara.
  3. Tipe Ectomorph Komponen Ectomorphy dominan Ciri-ciri : Organ-organ ectoderm lebih berkembang seperti kulit dan sistem syaraf. Secara fisik terlihat : jangkung, dada kecil dan pipih, lemah, otot tidak terlihat.

2. Henry A. Murray

Teori Personologi

Pengertian Kepribadian

  1. Abstraksi teoritis, tidak hanya deskripsi tentang perilaku manusia
  2. Mengacu pada serangkaian kejadian sepanjang hidup manusia
  3. Mencerminkan elemen perilaku yang menetap, berulang, baru maupun unik
  4. Agen yang mengatur & memerintah individu
  5. “No brain no personality

Sifat dasar kepribadian :

Murray sangat berhati-hati menunjuk teorinya tentang personologi adalah bersifat sementara (tentatif) , yang tidak diharapkan menjadi akhir, dan mencakup-semua rumusan. Murray mengemukakan bahwa personologi itu sangat kompleks dan tergolong baru untuk dipahami melalui tingkat pemahaman kita. Murray melihat pekerjaannya secara teoritis dan empiris sebagai “persiapan bagi peningkatan sistem yang komprehensif”. Namun demikian, terdapat beberapa prinsip dasar yang rupanya dilihat sebagai bahan dasar yang kuat bagi peningkatan sistemnya.

Mengurangi kompleksitas perilaku ke unit struktural yang dapat doatur sedemikian rupa:

  • Proceeding/ Cara Bekerja
  • Serial
  • Schedule/ Jadwal
  • Need/ Kebutuhan
  • Press/ Tekanan
  • Thema
  • Unity-Thema

3. Teori Holisme dan Humansime Abraham Maslow

Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis.

Maslow melihat manusia dari dua sisi. Yaitu suatu perasaan yang saling bertentangan. Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal :

  • Suatu usaha yang positif untuk berkembang
  • Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.

Contoh :

Pada suatu sisi seseorang dapat menerima dirinya sendiri dengan memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keutuhan, keunikan diri, ke arah berfungsinya semua kemampuan, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar.Tetapi di sisi lain setiap orang mempunyai berbagai perasaan takut misalnya : rasa takut untuk maju, takut untuk mengambil kesempatan, takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya.

Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan fisiologis, barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya, ialah kebutuhan mendapatkan ras aman dan seterusnya. Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperharikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar ini mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi.

4. R. Cattel

Teori Faktorial Analitik

Ia menaruh perhatian pada penemuan peneliti yang menggunakan metode-metode penelitian lainya, meskipun intisari pandangan didasarkan pada hasil-hasil analisis faktor karena dari sinilah ia mendapatkan variabel-variabel yang di anggap sangat penting untuk menerangkan tingkah laku manusia.

Hakikat Kepribadian: Struktur Sifat-sifat

Sistem konstruk-konstruk yang dikemukakan Cattell merupakan teori yang kompleks. Akan tetapi keadaan ini oleh Cattell hanya dianggap sebagai keadaan sementara, sebagaimana terungkap dari kutipan berikut:

“pengetahuan kami tentang psikologi dinamik sebagian besar berasal dari metode klinis dan metode naturalistik dan baru yang kedua berasal dari eksperimen terkontrol, sedangkan dalam proses penempatan pada sebuah basis yang lebih kokoh dengan memakai metode-metode statistik yang lebih canggih”

Cattell melihat kepribadian sebagai suatu struktur sifat-sifat (traits) yang komleks dan terdiferensiasi, yang motivasinya sebagai besar tergantung pada salah satu gugus dari sifat-sifat ini, yang disebut dinamic traits atau sifat-sifat dinamik.

5. Teori Tipologi Biologis oleh Eysenck

Eysenck berpendapat bahwa sifat-sifat kepribadian berasal dari keturunan dalam bentuk tipe , trait (sifat) dan semua tingkah laku yang dipelajari dari lingkungan.Pola tingkah laku itu berasal dari interaksi fungsional dari empat sektor utama yang mengorganisir tingkah laku.

Empat tingkatan hirarkis kepribadian menurut Eysenck, beturut-turut dari hirarki yang tinggi ke hirarki yang rendah: tipe – traits – habit – respon spesifik.

a. Hirarki Tertinggi: Tipe (kumpulan trait)
b. Hirarki Kedua : Trait, merupakan disposisi kepribadian yang penting dan permanen
c. Hirarki Ketiga : Kebiasaan tingkah laku atau berfikir, kumpulan respon spesifik
d. Hirarki Terendah : Respon spesifik, tingkah laku yang secara aktual dapat diamati, yang berfungsi sebagai respon terhadap suatu kejadian.
6. Teori Keunikan Individu oleh Gordon Allport

Allport mendefinikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dalam diri manusia yang terdiri dari sistem-sistem psikofisis yang menentukan keunikan penyesuaian dirinya dengan lingkungan.

Keunikan tersebut didasarkan pada faktor perkembangan diantaranya adalah usia.

referensi :

Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Jakarta : UMM Press.

Yusuf, Syamsu LN, dan Juntika A.  2007. Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rodakarya.

Dan materi perkuliahan

One response to “MATERI

  1. Pingback: Pendahuluan | TEORI PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s